Sekolah Luar Biasa sebagai Pusat Sumber Pengembangan Keterampilan Vokasional Tata Boga bagi Anak Dengan Hambatan Kecerdasan Ringan di Sekolah Inklusif
Juli Niara, Ahsan Romadlon Junaidi, Ahmad Samawi, Wiwik Dwi Hastuti, Ranti Novianti
Abstract
: Keberadaan Pusat Sumber sebagai pusat informasi mengenai anak berkebutuhan khusus merupakan salah satu tempat yang diharapkan dapat memberikan informasi yang lengkap bagi orang tua, guru serta masyarakat sekitar mengenai pendidikan, penanganan anak berkebutuhan khusus, asesmen serta informasi lainnya yang berkaitan dengan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus. Untuk itu sekolah dengan seting inklusif diharapkan dapat membantu anak mengembangkan potensinya dengan optimal.Sekolah dengan seting inklusif memerlukan dukungan yang mumpuni baik itu dukungan sistem (support system), dukungan regulasi (regulation support) maupun dukungan professional (professional support). Mempersiapkan ADHK Ringan untuk memiliki modalitas bekerja sesuai dengan Standar Perusahaan, salah satunya melalui program Vokasional. Untuk itu kehadiran pusat sumber diharapkan dapat membantu pelaksanaan pendidikan inklusif. Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif Tujuan dari penelitian untuk membuat deskripsi atau gambaran secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antar fenomena yang berupa pengembangan dan pengelolaan pusat sumber sekolah inklusif dan pelaksanaan pendidikan inklusif yang diselenggarakan di sekolah dasar. Bedasarkan hasil penelitian ini, dapat diperoleh informasi yaitu identifikasi kebutuhan pusat sumber dan program pusat sumber yang akan dikembangakan. Hal itu akan berdampak pada kebutuhan mendesak yang dihadapi oleh sekolah penyelenggara pendidikan Inklusif adalah pengembangan program pusat sumber yaitu pusat sumber sebagai pusat bantuan layanan professional, yang memberikan informasi secara meneyeluruh tentang anak berkebutuhan khusus, terkait identifikasi, layanan pendidikan, pembelajaran dan pelatihan assesmen yang dilakukan oleh tim atau guru dari pusat sumber kepada guru-guru di sekolah reguler penyelenggara pendidikan Inklusif tingkat pendidikan dasar.
Keywords
Pusat Sumber; Pengembangan Pengembangan Keterampilan Vokasional Tata Boga; Anak Dengan Hambatan Kecerdasan Ringan; Sekolah Inklusif
Hamalik, O. (2005). Pendidikan Kejuruan. Jakarta: Bumi Aksara.
Hayarpi, Papikyan& Lapham, Kate. (2012) Special School as a Resource For Inclusive Education.USA. Open Society Foundation Publisher
Jhonsen, B.H &Skjorten,M.D (Eds) (2003). Pendidikan Kebutuhan Khusus Sebuah Pengantar, Alih bahasa: Susi S.R. Bandung. Universitas Pendidikan Indonesia
Munir. (2014). Kurikulum Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi. Bandung: Alfabeta.
Skjorten, M. (2003). Menuju Inklusi dan Penggayaan. Artikel dalam Johsen. B.H. dan Skjorten. M.D. Menuju Inklusi, Pendidikan Kebutuhan Khusus sebuah pengantar, Bandung: Sekolah Pascasarjana UPI Bandung.
Slameto. (2010). Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian: Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sunardi & Sunaryo (2011). Manajemen Pendidikan Inklusif. Jurnal JASSI_anakku. Volume 10 Nomor 2. Bandung. UPI
Supriyanto. (2019). Pendidikan Vokasional dan Dunia Kerja. Yogyakarta: Deepublish.
Undang-Undang Republik Indonesia No. 8 Tahun 2016 Tentang Penyandang Disabilitas, BAB III. Bagian Kesatu Pasal 5, Pasal 10 dan Pasal 23/
UNESCO (1994). Pernyataan Salamanca dan Kerangk Aksi dalam Pendidikan Kebutuhan Khusus. Jakarta. UNESCO OFFICE