MENGUATKAN KARAKTER BHINEKA TUNGGAL IKA MELALUI PEMBELAJARAN SEJARAH DI KELAS
Abstract
Abstrak: Sejarah memiliki arti penting dan srategis dalam pembentukan watak dan peradaban bangsa yang memiliki kecintaan pada tanah air. Ancaman intoleransi dan disintegrasi bangsa dengan isu SARA dewasa ini akan berpengaruh buruk pada sikap dan mental generasi muda. Pembelajaran sejarah membantu peserta didik membangun Karakter Bhineka Tunggal Ika. Pembelajaran sejarah penguatan pendidikan karakter Bhineka Tunggal Ika pada peserta didik dapat dilaksanakan di
kelas. Penerapan penguatan karakter di kelas dilakukan guru melalui pengelolaan kelas yang menyenangkan, pemilihan model-model pembelajaran dengan pembelajaran kontekstual yang tepat akan membaca ketercapaian tujuan pendidikan sejarah untuk meningkatkan cinta tanah air dan peserta didik yang berkarakter dan wawasan kebangsaan yang kuat. Gerakkan literasi pada peserta didik dapat menguatka nnilai karakter bangsa yaitu religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan integristas yang tinggi, sehingga melahirkan jiwa dan sikap peserta didik yang memiliki percaya diri dan ketahanan kuat dalam menghadapi ancaman disintegrasi bangsa.
Kata kunci: karakter, pembelajaran, Bhineka Tunggal Ika.
Abstract: History has an important and strategic in the formation of character and civilization of the nation that has a love of the homeland. The threat of intolerance and disintegration of the nation with the issue of SARA today will adversely affect the attitude and mental of the younger generation. The historical learning helps students to build the Bhineka Tunggal Ika's Character. Learning history of strengthening the character education of Bhineka Tunggal Ika to learners can be implemented in the classroom. The application of classroom character attitudes by teachers through pleasant classroom management, the selection of learning models
with appropriate contextual learners will read the attainment of historical educational goals to enhance the love of the homeland and learners of character andstrong national insights. Movement of literacy in learners can strengthen the value of national character of religious, nasionalist, independent, Gotong Royong, andintegrity high, so that the soul and attitude of learners who have confidence and strong resilience in facing the threat of disintegration of the nation.
Keywords: character, learning, Bhineka Tunggal Ika.
Full Text:
PDF (Bahasa Indonesia)References
Depdiknas. 2000. Kamus Besar Bahasa Indonesia.Jakarta: Balai
Pustaka
Dirjend Dikdasmen. 2010. Pendidikan Karakter Kumpulan Pengalaman
Inspirtif. Jakarta: Kemendiknas
Dirjend Dikdasmen. 2017. Model-Model Pembelajaran. Jakarta : Kemendikbud, Jakarta
Kemendikbud. 2017. Konsep dan Pedoman Penguatan Pendidikan karakter
Tingkat Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama. Jakarta: Kemendikbud 2017
Kemendiknas. 2015. Peraturan kemendikbud nomor 103 tahun 2004
Tentang Pembelajaran Pada Pendidikan Menengah. Jakarta: Kemendiknas
Mulyasa. 2013. Menjadi Guru Profesional Menciptakan Pembelajaran
Kreatif dan Menyenangkan. Bandung: Rosda
Silabus Mata Pelajaran Sekolah Menengah Atas /Sekolah Menengah
Kejuruan/Madarasah Aliyah Kejuruan (SMA/SMK/MA/MAK). 2016. Mata Pelajaran Sejarah Indonesia. Jakarta: Kemendiknas.
Turita, S.I. 2009. Bhineka Tunggal Ika sebagai Pembentuk Jati Diri
Bangsa. Yogyakarta : Vol 24. Makalah disajikan pada Konfrensi
Nasional dan Pembentukan Organisasi Profesi Pengajar Bahasa, Sastra, Budaya, dan Seni Daerah se-Indonesia 8-9 Agustus 2009.
Woro,D dan Hasto,B. 2009. Kakawin Sutasoma Mpu Tantular. Jakarta:
Komunitas Bambu
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2017 Melaningrum Andarwati
Editorial office:
History Department, Faculty of Social Science,
Universitas Negeri Malang
Jl. Semarang No.5 Kota Malang 65145,
Phone. (0341) 551312,
email: [email protected]
Website: http://journal2.um.ac.id/index.php/sejarah-dan-budaya
P-ISSN 1979-9993
E-ISSN 2503-1147

This work is licensed under a CC BY SA 4.0.





