BENTUK-BENTUK BUDAYA RUPA SENI KRIYA MASA PRASEJARAH INDONESIA
Abstract
This paper seeks to find out the cultural forms of the past craft art, which was the early period of human civilization, although in a period of backwardness, but prehistoric humans of Indonesia turned out to have intelligence and skills in producing a culture, one of which was craft art. The fine culture, which was in the form of craft art at that time, had a function related to the spiritual function of the riligius and secular. The problem of this paper is focused on the cultural forms of craft art that existed in prehistoric times, both stone, clay and metal media. The method used to obtain this writing material is through literature studies, both written sources and documentation of cultural artifacts, data analysis so as to conclude that the cultural form of craft art found is a variety of materials, both stone, metal, clay, bones and is inseparable from the beliefs and way of life of the people.
Tulisan ini berusaha untuk mengetahui bentuk-bentuk budaya rupa seni kriya masa lalu, yang merupakan periode awal peradaban manusia, meskipun dalam masa keterbelakangan, namun manusia prasejarah Indonesia ternyata memiliki kepandaian dan keterampilan dalam menghasilkan budaya rupa salah satunya adalah seni kriya. Budaya rupa yang berupa seni kriya di masa itu, memiliki fungsi yang berkaitan dengan fungsi spiritual riligius dan sekuler. Masalah tulisan ini difokuskan pada bentuk -bentuk budaya rupa seni kriya yang ada pada masa prasejarah baik media batu, tanah liat maupun logam. Metode yang digunakan untuk mendapatkan bahan tulisan ini melalui studi pustaka baik sumber-sumber tertulis maupun dokumentasi artefak budaya, analisa data sehingga memberikan simpulan bahwa budaya rupa seni kriya yang ditemukan berbagai macam bahan baik batu, logam, tanah liat, tulang belulang dan tidak terlepas dari kepercayaan serta cara hidup masyarakatnya.
Keywords
Full Text:
PDF (Bahasa Indonesia)References
A.Agung Suryahadi, (2007), "Seni Kriya Masa Lalu, Masa Kini, Dan Masa Mendatang", Dalam Proseding Kriyamika: Melacak Akar Dan Perkembangan Kriya, Merayakan 65 tahun Prof. Dr. Sumijati Atmosudiro, Yogyakarta: Jurusan Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gajah Mada.
Andono,(2021), Kriya Kontemporer, Yogyakarta: ISI Yogyakarta
Basuki Teguh Yuwono, (2010), “Kriya Masa Kini”, Makalah Seminar Temu Mahasiswa Kriya Nusantara 21-14 April, Denpasar: ISI Denpasar.
B. Muria Zuhdi, (2009), Kriya Melintasi Masa Pengertian Dan Perkembangan Konsep Kriya, dalam Proseding “Seni Kriya Dan Kearifan Lokal Dalam Lintasan Ruang Dan Waktu”, tanda mata untuk Prof. Drs. Gustami, SU., Yogyakarta : BID ISI.
Claire Holt, (2000), Art In Indonesia, Continiuties and Change, (terjemahan Soedarsono, Melacak Jejak Perkembangan Seni di Indonesia), Bandung : Masyarakat Seni Indonesia.
Gunadi Kasnowiharjo, (2007), "Seni Kriya Dalam Arkeologi Suatu Tinjauan Awal", Dalam Proseding Kriyamika: Melacak Akar Dan Perkembangan Kriya, Merayakan 65 tahun Prof. Dr. Sumijati Atmosudiro, Yogyakarta: Jurusan Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gajah Mada.
Herimanto, (2020), Sejarah Indonesia Masa Praaksara, Yogyakarta:Ombak.
Marwati Djoened Poesponegoro dan Nugroho Notosusanto, (1993), Sejarah Nasional Indonesia I , Jakarta: PT Balai Pustaka.
Mestika Zed, (2008), Metode Penelitian Kepustakaan, Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Nofrial, Purwo Prihatin, Marten Agung Laksono (2021). “Ukiran Ornamen Tradisional Minangkabau Pada Dekorasi Pelaminan” dalam jurnal Corak : Jurnal Seni Kriya Vol. 10, No. 2 November 2021.
Nofrial, Purwo Prihatin, Wahyono, Marten Agung Laksono (2019). “Bilik Padi Tradisional Kerinci (Arsitektur Dan Seni Ukir)” dalam jurnal Corak : Jurnal Seni Kriya Vol. 8, No. 2 November 2019.
Purwo Prihatin, (2017), Seni Rupa Dalam perspektif Sejarah, Padangpanjang; ISI Padangpanjang
Ph. Soebroto, (2007), "Jenis-Jenis Pertukangan Dan Kerajinan Pada Masa Klasik Di Jawa", Dalam Proseding Kriyamika: Melacak Akar Dan Perkembangan Kriya, Merayakan 65 tahun Prof. Dr. Sumijati Atmosudiro, Yogyakarta: Jurusan Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gajah Mada.
Sektiadi, (2007), "Kriya Dan Perempuan Menuju Kajian Arkeologi Yang Lebih Berimbang", Dalam Proseding Kriyamika: Melacak Akar Dan Perkembangan Kriya, Merayakan 65 tahun Prof. Dr. Sumijati Atmosudiro, Yogyakarta: Jurusan Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gajah Mada.
Soedarso, Sp, (2006), Trilogi Seni Penciptaan, Eksistensi dan Kegunaan Seni, Yogyakarta: Institut Seni Indonesia Yogyakarta.
Soekmono, (1973), Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia I, Yogyakarta: Kanisius.
SP. Gustami, (2007), Butir-Butir Mutiara Estetika Timur: Ide Dasar Penciptaan Seni Kriya Indonesia, Yogyakarta : Prasista.
Sofwan Noerwidi, (2007), "Beberapa Seni Kriya Elemen Penanda Kehadiran Austronesia Di Kepulauan Indonesia", Dalam Proseding Kriyamika: Melacak Akar Dan Perkembangan Kriya, Merayakan 65 tahun Prof. Dr. Sumijati Atmosudiro, Yogyakarta: Jurusan Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gajah Mada.
Suwaji Bastomi, (1982), Seni Rupa Indonesia Awal Sampai Kerajaan Islam, Semarang : IKIP Semarang.
Suwaji Bastomi, (2003), Seni Kriya Seni, Semarang: UPT Unnes Press.
Supartono Widyosiswoyo, (2000), Sejarah Kebudayaan Indonesia, Jakarta : Universitas Trisakti.
Wiyoso Yudoseputro, (2008), Jejak-Jejak Tradisi Bahasa Rupa Indonesia Lama, Jakarta: Yayasan Seni Visual Indonesia, Fakultas Film Dan Televisi IKJ, Fakultas Seni Rupa IKJ.
DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um020v16i12022p80-92
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2022 Sejarah dan Budaya : Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Editorial office:
History Department, Faculty of Social Science,
Universitas Negeri Malang
Jl. Semarang No.5 Kota Malang 65145,
Phone. (0341) 551312,
email: [email protected]
Website: http://journal2.um.ac.id/index.php/sejarah-dan-budaya
P-ISSN 1979-9993
E-ISSN 2503-1147

This work is licensed under a CC BY SA 4.0.





