Memikirkan kembali tradisi sejarah lingkungan di Indonesia
Abstract
Tulisan ini diawali dari kegelisahan terhadap minimnya wadah untuk merepresentasikan kajian sejarah lingkungan di Indonesia. Sebenarnya, sudah sejak lama kita ketahui bahwa tradisi sejarah lingkungan pada awalnya muncul di daratan Amerika sejak awal 1970 an. Hal ini dibuktikan dengan berbagai jurnal yang terbit, seperti Environmental History, Environment and History, Pacific Historical Review, dan sebagainya. Sementara Indonesia bukan tidak pernah mengenal tradisi ini, karena sejak tahun 1992 sudah ada proyek penelitian dan penulisan historiografi lingkungan yang digawangi oleh Peter Boomgaard (Profesor Sejarah Lingkungan dan Ekonomi dari Universitas Amsterdam, Belanda). Proyek ini dikenal dengan nama Economy, Demography, and Ecology in Nusantara (EDEN), yang menghasilkan salah satu produk yaitu buku Paper Landscape (Boomgaard et al., 1997). Buku ini seakan menjadi rujukan wajib ketika sejarawan Indonesia akan menulis tema sejarah lingkungan atau sejarah ekologi di Indonesia.
Full Text:
PDF (Bahasa Indonesia)References
Boomgaard, P., Colombijn, F., & Henley, D. (Eds.). (1997). Paper landscapes: explorations in the environmental history of Indonesia. KITLV Press.
CNNIndonesia. (2022, March 22). Tambang batu bara dituding sebabkan banjir di Kutai Timur. nasional. https://www.cnnindonesia.com/nasional/202203220629-5120774461/tambang-b¬atu-bar¬¬a-dituding-sebabkan-banjir-di-kutai-timur
Diamond, J. M. (2006). Collapse: How societies choose to fail or succeed. Penguin Books.
Diamond, J. M. (Director). (2003, January 12). Why societies collapse: Jared Diamond at Princeton University.
Goldin, I. (2014). Introduction. In Is the Planet Full? (pp. 1–22). Oxford University Press. https://academic.oup.com/book/27747/chapterabstract/197937801?redirectedFrom=fulltext
Klinken, G. van. (2022, April 16). Towards an ecological civilisation for Indonesia. Insideindonesia.Org. https://insideindonesia.substack.com/embed
Malhi, Y. (2014). The Metabolism of a Human-Dominated Planet. In I. Goldin (Ed.), Is the Planet Full? (pp. 142–163). Oxford University Press. https://doi.org/1-0.1093/acprof:oso/97¬80199677771.003.0008
Malhi, Y., Franklin, J., Seddon, N., Solan, M., Turner, M. G., Field, C. B., & Knowlton, N. (2020). Climate change and ecosystems: Threats, opportunities and solutions. Philosophical Transactions of the Royal Society B: Biological Sciences, 375(1794), 20190104. https://doi.org/10.1098/rstb.2019.0104
Manumoyoso, A. H. (2023, May 16). Takdir ibu kota di Hilir Batang Air. kompas.id. https://www.kompas.id/baca/nusantara/2023/05/09/takdir-ibu-kota-di-hilir-batang-air
Nawiyanto. (2016). Historiografi lingkungan: Konteks, praktek, dan prospeknya di Indonesia. Universitas Jember.
sdgs.un.org. (2023). THE 17 GOALS | Sustainable Development. https://sdgs.un.org/goals
www.worldometers.info. (2023, November 29). World Population Clock: 8.1 Billion People (LIVE, 2023)Worldometer. https://www.worldometers.info/world-population/
DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um020v17i22023p131-136
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2023 Sejarah dan Budaya: Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Editorial office:
History Department, Faculty of Social Science,
Universitas Negeri Malang
Jl. Semarang No.5 Kota Malang 65145,
Phone. (0341) 551312,
email: [email protected]
Website: http://journal2.um.ac.id/index.php/sejarah-dan-budaya
P-ISSN 1979-9993
E-ISSN 2503-1147

This work is licensed under a CC BY SA 4.0.





