Dari pedagang keliling hingga pedagang kaki lima: simbol kebertahanan rakyat kecil di Kota Semarang pada empat dekade abad ke-20

Putri Agus Wijayati, Cahyo Budi Utomo, Hamdan Tri Atmaja

Abstract


The presence of itinerant traders and street vendors who are categorized as small traders in the city of Semarang is not a problem that disturbs the order and beauty of the city. However, when their activities are carried out in areas that the gemeente views as spaces that are free from disorder and free from disorder, then both categories of traders will experience a fate that is not in their favor. The big question that is then presented in this article is, how do we understand the existence of traveling traders and street vendors from a historiographic perspective? To answer this problem, it is necessary to present as optimally as possible primary sources to present an adequate historical narrative.

 

Kehadiran pedagang keliling dan pedagang kaki lima yang dikategorikan sebagai pedagang kecil di Kota Semarang, bukan merupakan persoalan yang mengganggu ketertiban dan keindahan kota. Namun ketika kegiatan mereka dilakukan di area-area yang oleh gemeente dipandang sebagai ruang yang bebas dari ketidakteraturan dan terbebas dari ketidaktertiban, maka kedua kategori pedagang tersebut akan mengalami nasib yang tidak berpihak pada mereka. Pertanyaan besar yang kemudian dihadirkan dalam tulisan ini adalah, bagaimana kita memahami keberadaan pedagang keliling dan pedagang kaki lima dalam perspektif historiografis? Untuk menjawab permasalahan tersebut perlu menghadirkan seoptimal mungkin sumber primer untuk menghadirkan narasi historis yang memadai.


Keywords


pedagang keliling; pedagang kaki lima; pedagang kecil

References


“Cholera.” (1910, May 12). Selompret Malajoe, Kemis, №.56,.

“Gemeenteraad Semarang.” (1910, February 17). Selompret Malajoe, No.20.

Alexander, J. A. P. (1991). Protecting Peasants from Capitalism: The Subordination of Javanese Traders by the Colonial State. Comparative Studies in Society and History, 33(2), 370–394.

Basundoro, P. (2013). Merebut Ruang Kota, Aksi Rakyat Miskin Kota Surabaya 1900-1960an (Pertama). Marjin Kiri.

Brommer, B. (1995). Semarang, Beeld van een Stad. Asia Maior.

Burger, D. H., & Prajudi. (1962). Sedjarah Ekonomis Sosiologis Indonesia. Pradnja Paramita.

“Cholera di Semarang.” (1910, March 23). Selompret Malajoe, №.37.

Christie, J. W. (1998). Javanese Markets and the Asian Sea Trade Boom of the Tenth to Thirteenth Centuries A.D. Journal of the Economic and Social History of the Orient, 41(3), 344–381.

Coté, Joost. (2011). Menjadikan Kampung Modern: Kampung dan Perencanaan Kolonial di Semarang 1910-1925. In Johny A. Khusyairi dan La Ode Rabani (ed.). (Ed.), Kampung Perkotaan: Kajian Historis-Antropologis atas Kesenjangan Sosial dan Ruang Kota. New Elmatera.

Djie, L. T. (1952). De Distribueetende Tusschen Handel Der Chineezen op Java. Martinus Nijhoff .

Furnivall., J. S. (2009). Hindia Belanda, Studi Tentang Ekonomi Majemuk. Freedom Institute.

Geertz, C. (1977). Penjaja dan Raja: Perubahan Sosial dan Modernisasi Ekonomi di Dua Kota Indonesia. Gramedia.

Gemeente Semarang. (1922). Notulen van het Verhandelde in de Vergaderingen van den Raad der Gemeente Semarang in 1922. Boekhandel en Drukkerij v/h G.C.T. van Dorp & Co. .

Gemeenteblad der Gemeente Semarang. (1910). Gemeenteblad der Gemeente Semarang over het Jaar 1910: Vol. Afl.1. (Issue Jg.4). Drukkerij en Boekhandel - H.A. Benjamin.

Gemeenteblad der Gemeente Semarang. (1921). Gemeenteblad der Gemeente Semarang over her jaar 1921. Boekhandel en Drukkerij v/h G.C.T. Van Dorp & Co. .

Gemeenteblad der Stadsgemeente Semarang. (1936). Gemeenteblad der Stadsgemeente Semarang over het jaar 1936.

Gemeenteblad der Stadsgemeente Semarang. (1941a). Gemeenteblad der Stadsgemeente Semarang over het jaar 1941.

Gemeenteblad der Stadsgemeente Semarang. (1941b). Gemeenteblad der Stadsgemeente Semarang over het jaar 1941.

Gemeenteblad uitgave voor Rekening der Stadsgemeente Semarang. (1923). Gemeenteblad uitgave voor Rekening der Stadsgemeente Semarang 1923.

Hart, K. (1973). “Informal Income Opportunities and Urban Employment in Ghana” . Journal of Modern African Studies , 11, 61–89.

Heilbroner, R. L. (1982). Terbentuknya Masyarakat Ekonomi. Ghalia Indonesia.

Ismid Hadad. (1984). Paradoks Pertumbuhan Kota . Prisma, №.6, Th.XIII.

Kuntowijoyo. (1985). Muslim Kelas Menengah Indonesia Dalam Mencari Identitas 1910-1950. Prisma, 11.

Kuntowijoyo. (1994). Metodologi Sejarah. Tiara Wacana.

Lukman Sutrisno. (1985). Membahayakan, Kerjasama Massa Periferal Dengan Intelektual. Prisma, No.11.

Milone, P. D. (n.d.). Contemporary Urbanization in Indonesia Source: Asian Survey, Vol. 4, No. 8 (Aug., 1964), pp. 1000-1012 Published by: University of California Press Stable URL: http://www.jstor.org/stable/2642637. Asian Survey, Vol. 4,(No. 8), 1000–1012. http://www.jstor.org/stable/2642637

Murray, A. J. (1994). Pedagang Jalanan dan Pelacur Jakarta: Sebuah Kajian Antropologi Sosial. Pustaka LP3ES Indonesia.

Nawiyanto. (2013). Coping with the Crises: Historical Comparison on Responses to the Crises in the Extreme Salient of Java. Tawarikh: International Journal for Historical Studies, 4(2), 129–150.

Notulen van den Stadsgemeenteraad van Semarang. (1935). Notulen van den Stadsgemeenteraad van Semarang in 1935.

Notulen van het Verhandelde in de Vergaderingen van den Raad der Gemeente Semarang. (1921). Notulen van het Verhandelde in de Vergaderingen van den Raad der Gemeente Semarang in 1921. Boekhandel en Drukkerij v/h G.C.T. van Dorp & Co.

Notulen van het verhandelde in de vergaderingen van den Stadsgemeenteraad van Semarang. (1937). Notulen van het verhandelde in de vergaderingen van den Stadsgemeenteraad van Semarang in 1937.

Onghokham. (2008). Anti Cina, Kapitalisme Cina dan Gerakan Cina: Sejarah Etnis Cina di Indonesia. Komunitas Bambu.

Pasarverordening Semarang , Pub. L. No. №.40. (1939).

Payaman J. Simanjuntak. (1985). Penganggur dan Setengah Penganggur. Prisma, No.3, Th.XIV.

Penerbitan Sumber-sumber Sejarah. (1977). Memori Serah Jabatan 1921-1930 Jawa Tengah: Vol. No.9. Arsip Nasional Republik Indonesia.

Peter J.M. Nas dan Kirsten Theuns. (2007). Semarang, Apakah H.F. Tillema Seorang Sutradara Perubahan Kota? In Kota-Kota Indonesia, Bunga Rampai (pp. 67–92). Gadjah Mada University Press.

Peter Pos. (1996). The Formation of The Pribumi Business Elite in Indonesia, 1930s-1940s. Bijdragen Tot de Taal-, Land- En Volkenkunde. Deel 152, 4de Afl., Japan, Indonesia and The War: Myths and Realities, 609–632.

Potter, Lesley. (2000). “Orang Banjar di dan di Luar Hulu, Kalimantan Selatan: Studi tentang Kemandirian Budaya, Peluang Ekonomi dan Mobilitas.” In J. T. (ed. ). Lindblad (Ed.), Sejarah Ekonomi Modern Indonesia, Berbagai Tantangan Baru. Pustaka LP3ES Indonesia–Anggota IKAPI.

Prijono Tjiptoherijanto. (1989). Sektor Informal Perkotaan dan Masalah Lapangan Kerja. Prisma, No.5, Th.XVIII.

Purwanto, B. (2000). Merajut Jaringan di Tengah Perubahan: Komunitas Ekonomi Muslim di Indonesia Pada Masa Kolonial. Lembaran Sejarah, Vol.2.

Purwanto, B. (2006). Gagalnya Historiografi Indonesiasentris?! (M. Nursam, Ed.). Penerbit Ombak.

Purwanto, B. (2008). Menulis Kehidupan Sehari-hari Jakarta: Memikirkan Kembali Sejarah Sosial Indonesia. In dan R. S. Nordholt, Henk Schulte, Bambang Purwanto (Ed.), Perspektif Baru Penulisan Sejarah Indonesia (Pertama, pp. 218–245). Yayasan Obor- KITLV - Pustaka Larasan.

Purwanto, B. (2009). Sejarah dan Jatidiri Dalam Ingatan Bersama Asia Tenggara. In A. Vickers (Ed.), Peradaban Pesisir, Menuju Sejarah Budaya Asia Tenggara. Pustaka Larasan–Udayana University Press.

Purwanto, B. (2010). Mencari jejak rakyat dan cara pandang tempatan dalam sejarah ekonomi Indonesia; Sebuah catatan historiografis. In Penerbit Ombak (Ed.), Merajut Sejarah Ekonomi Indonesia, Essays In Honour of Thee Kian Wie 75 Years Birthday.

Semarang: G.C.T. van Dorp & Co. (1940). Notulen van het Verhandelde in de Vergaderingen van den Stadsgemeenteraad van Semarang in 1940.

Semarang: Misset. (1932). Notulen van het Verhandelde in de Vergaderingen van den Stadsgemeenteraad van Semarang in 1932.

Sjahrir, K. (1985). Sektor Informal: Beberapa Catatan Kritis. Prisma, No.6, Th.XIV.

Soetjipto Wirosardjono. (1985). Pengertian, Batasan dan Masalah Sektor Informal. Prisma, No.3, Th.XIV.

Stadsgemeente Semarang. (1937). Gemeenteblad Uitgave voor Rekening der Stadsgemeente Semarang over het jaar 1937.

Stevens, T. (1986). Semarang, Central Java and the World Market, 1870–1900”. P.J.M. Nas (ed.). In IThe ndonesian City, Studies in Urban Development and Planning. Foris Publications.

Suryo, D. (1989). Sejarah Sosial Pedesaan Karesidenan Semarang 1830–1900. PAU Studi Sosial, UGM.

Tweede Gedeelte Kalender en Personalia. (1902). Regeeringsalmanak voor Nederlandsch-Indiё 1902.

Van Leur, J. C. (2015). Perdagangan dan Masyarakat Indonesia: Esai-Esai Tentang Sejarah Sosial dan Ekonomi Asia. Penerbit Ombak.

Van Zanden, J. L., & Marks, D. (2012). Ekonomi Indonesia 1800–2010, Antara Drama dan Keajaiban Pertumbuhan. Penerbit Buku Kompas.

Wertheim, W. F. (1956). Indonesian Society In Transition: A Study of Social Change (2nd editio). N.V. Uitgeverij W. van Hoeve-Sumur Bandung.

Wijayati, P. A. (2019). Sejarah Sosial Pasar Johar Semarang Pada Abad Ke-20. Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.




DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um020v18i12024p1-17

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2024 Sejarah dan Budaya: Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Editorial office:
History Department, Faculty of Social Science,
Universitas Negeri Malang
Jl. Semarang No.5 Kota Malang 65145,  
Phone. (0341) 551312,
email: [email protected]
Website: http://journal2.um.ac.id/index.php/sejarah-dan-budaya

P-ISSN 1979-9993
E-ISSN 2503-1147

  Creative Commons License
This work is licensed under a CC BY SA 4.0.

Web
Analytics Made Easy - StatCounter

View My Stats 

Flag Counter