Promosi kepariwisataan Kota Semarang tahun 1970-1985 dalam syair lagu Ki Nartosabdo (sebuah kajian semiotika historis)

Chrisnawanto Nugroho, Irfa Rafiatuz Zukhrufin

Abstract


ABSTRACT
This study explores the promotion of Semarang City as a tourist destination between 1970-1985. The exploration is conducted through song lyrics from Ki Nartosabdo, using a historical semiotic approach. This research employs a descriptive qualitative research method with Charles Sander Peirce’s semiotic analysis to intepret the meaning embedded in song such as “Candi Baru”, “Simpang Lima Ria”, “Semarang Endah”. The analysis reveals that these lyrics not only depict the visual beauty and dynamics of the city but also reflect the relationship between nature and infrastructure, as well as the cultural values that shapes the identity of Semarang. The study finds that Ki Nartosabdo’s contributions played a significant role in the development of tourism and the local economy. This research emphasizes the importance of art in supporting tourism development in Indonesia

ABSTRAK
Penelitian ini mengeksplorasi promosi Kota Semarang sebagai destinasi wisata antara tahun 1970-1985. Eksplorasi ini dilakukan melalui lirik lagu dari Ki Nartosabdo, dengan pendekatan semiotika historis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan analisas semiotika Charles Sanders Peirce guna menganalisis makna dalam lagu-lagu seperti “Candi Baru”, “Simpang Lima Ria”, “Semarang Endah”. Hasil analisis menunjukkan bahwa lirik-lirik tesebut tidak hanya menggambarkan keindahan visual dan dinamika kota, tetapi juga mencerminkan hubungan antara alam dan infrastruktur serta nilai-nilai budaya yang membentuk identitas Kota Semarang. Kontribusi Ki Nartosabdo sangat berperan penting dalam pengembangan pariwisata dan ekonomi lokal. Dengan demikian, karya seni ini mencerminkan dari kondisi sosial dan budaya Kota Semarang. Penelitian ini menegaskan bahwa pentingnya seni dalam mendukung pembangunan pariwisata di Indonesia

Keywords


Ki Nartosabdo; Kota Semarang; Semiotika Historis

References


Brommer, B., Budihardjo, E., Montens, A. B., Setiadi, S., Sidharta, A., & Siswanto, A. (1995). Semarang: Beeld van een stad. 1–161.

Satoto, S. (2012). Nartosabdo: Antara Konservasi dan Inovasi. In S. T. Widodo & A. Hartarta (Eds.), Ki Narto Sabdo (Hidup, Idealism, dan Ajarannya) (pp. 1–31). CV. Cendrawasih Asri.

Silvia, N., Dewi, R., & Citation, R. (2023). Nilai Penting Kawasan Candi Baru Semarang Sebagai Kawasan Cagar Budaya. Jurnal Vokasi Indonesia, 11(1). https://doi.org/10.7454/jvi.v11i1.1191

Yuliati, D. (2019). Mengungkap Sejarah Kota Lama Semarang dan Pengembangannya Sebagai Asset Pariwisata Budaya. Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, Dan Informasi, 3(2), 157–171. https://doi.org/10.14710/anuva.3.2.157-171




DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um020v19i22025p220-239

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 Sejarah dan Budaya: Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Editorial office:
History Department, Faculty of Social Science,
Universitas Negeri Malang
Jl. Semarang No.5 Kota Malang 65145,  
Phone. (0341) 551312,
email: [email protected]
Website: http://journal2.um.ac.id/index.php/sejarah-dan-budaya

P-ISSN 1979-9993
E-ISSN 2503-1147

  Creative Commons License
This work is licensed under a CC BY SA 4.0.

Web
Analytics Made Easy - StatCounter

View My Stats 

Flag Counter