Persepsi Budaya Positif dan Motivasi Kerja Guru Sekolah Luar Biasa di Wilayah Dinas Pendidikan Aceh
Abstract
Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menilai budaya positif sekolah berada pada kategori tinggi, yang tercermin dalam adanya kepemimpinan partisipatif, kerja sama yang solid, dan sistem evaluasi yang bersifat konstruktif. Motivasi kerja guru juga tergolong tinggi, baik pada aspek intrinsik maupun ekstrinsik. Uji korelasi menghasilkan nilai r = 0,843 dengan signifikansi 0,000 < 0,05 yang berarti terdapat hubungan yang sangat kuat antara kedua variabel. Uji regresi memperlihatkan bahwa budaya positif mampu menjelaskan 71% variasi motivasi kerja guru. Analisis faktor menunjukkan bahwa budaya positif terdiri atas tiga dimensi utama, sementara motivasi kerja juga terbagi ke dalam tiga dimensi. Hasil ini menegaskan bahwa budaya sekolah yang sehat, inklusif, dan partisipatif merupakan kunci penting dalam meningkatkan motivasi kerja guru SLB.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Collie, R. J., Shapka, J. D., & Perry, N. E. (2012). School climate and social-emotional learning.Canadian Journal of School Psychology, 27(3), 157–173. https://doi.org/10.1177/0829573512468853
Collie, R. J., Shapka, J. D., Perry, N. E., & Martin, A. J. (2020). Teacher well-being: Exploringits components and predictors. Educational Psychology, 40(2), 111–129.https://doi.org/10.1080/01443410.2019.1671963
Fitriani, N. (2022). Budaya positif dan ketahanan kerja guru SLB. Jurnal Pendidikan Khusus, 6(2), 201–214.
Herzberg, F. (1959). The motivation to work. New York: Wiley.
Hoyle, E., & Miskel, C. G. (2008). Educational administration: Theory, research, and practice (8th ed.). New York: McGraw-Hill.
Luthans, F. (2011). Organizational behavior: An evidence-based approach (12th ed.). New York: McGraw-Hill.
Rahman, A. (2021). Pengaruh dukungan kepala sekolah terhadap motivasi guru sekolah terpencil. Jurnal Manajemen Pendidikan, 15(2), 145–156.
Robbins, S. P., & Judge, T. A. (2017). Organizational behavior (17th ed.). London: Pearson Education.
Sari, D. (2020). Budaya organisasi dan motivasi kerja guru. Jurnal Kependidikan, 8(1), 55–67.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sukmadinata, N. S. (2016). Metode penelitian pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Triandis, H. C. (1995). Individualism and collectivism. Boulder: Westview Press.
Wahyudi. (2012). Kepemimpinan kepala sekolah dalam organisasi pembelajaran. Bandung: Alfabeta.
Winardi. (2011). Motivasi dan pemotivasian dalam manajemen. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Yusnidar, A., & Arifin, M. (2021). Hubungan budaya organisasi dengan kinerja guru SMA di Medan. Jurnal Administrasi Pendidikan, 28(2), 155–167.
Zakaria, R., & Ibrahim, M. (2020). Positive school climate and teacher motivation: Evidence from Malaysian schools. International Journal of Instruction, 13(4), 345–360. https://doi.org/10.29333/iji.2020.13422a
DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um031v11i22025p129-132
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2025 Jurnal ORTOPEDAGOGIA

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
"Jurnal Ortopedagogia" is Indexing by:
View My Stats












