KIPRAH SUPENI PUDJOBUNTORO DALAM BIDANG POLITIK TAHUN 1945-1963 SEBAGAI NARASI PEREMPUAN DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH
Abstract
Abstract: The involvement and role of women in various fields of life, especially in the political field during the Soekarno Order era, is still less displayed in history. Even though many female figures have made great contributions to Indonesian politics, one of them is Supeni Pudjobuntoro, an ambassador traveling around Indonesia. This article aims to present the female figure as part of agency in historiography. This study describes the history of women through Supeni in the field of politics after independence, precisely in 1945-1963 using historical research methods with five stages, namely topic selection, heuristics in the form of source collection, verification or criticism of sources, interpretation to determine the credibility of historical sources based on facts, and historiography or writing historical facts chronologically. The results of this study show that Supeni had a large share in politics in Indonesia, especially in the era of the Indonesian National Revolution and the leadership of President Soekarno. Supeni was active in organizing the first General Election in 1955 representing the PNI, carried out his foreign policy duties well by lobbying the countries concerned, and contributed to the liberation of West Irian.
Abstrak: Keterlibatan dan peran perempuan di berbagai bidang kehidupan terutama di bidang politik pada masa Orde Soekarno masih kurang ditampilkan dalam sejarah. Padahal banyak tokoh perempuan yang memiliki kontribusi besar bagi politik Indonesia, salah satunya adalah Supeni Pudjobuntoro seorang duta besar keliling Indonesia. Artikel ini bertujuan untuk menghadirkan sosok perempuan sebagai bagian dari agensi dalam historiografi. Penelitian ini memaparkan sejarah perempuan melalui Supeni dalam bidang politik masa setelah kemerdekaan tepatnya pada tahun 1945-1963 dengan menggunakan metode penelitian historis dengan lima tahapan yaitu pemilihan topik, heuristik berupa pengumpulan sumber, verifikasi atau kritik sumber, interpretasi untuk mengetahui kredibilitas sumber sejarah berdasarkan fakta-fakta, dan historiografi atau penulisan fakta sejarah secara kronologis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Supeni memiliki andil yang besar dalam politik di Indonesia terutama di era Revolusi Nasional Indonesia dan kepemimpinan Presiden Soekarno. Supeni turut aktif dalam penyelenggaraan Pemilihan Umum pertama tahun 1955 mewakili PNI, menjalankan tugas politik luar negeri dengan baik dengan melobi negara-negara yang bersangkutan, dan andil dalam pembebasan Irian Barat.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Adams, C. (2014). Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia (S. Hadi (ed.)). Media Pressindo dan Yayasan Bung Karno.
Agustiningsih, E. P. (2019). Pergerakan Perempuan Di Minangkabau: Kiprah Rohana Kudus Dalam Nasionalisme Tahun 1912-1972. Titian: Jurnal Ilmu Humaniora, 3(2), 269. https://online-journal.unja.ac.id/index.php/titian
Ananta Tour, P. (2003). Panggil Aku Kartini Saja. Lentera Dipantara.
Ajeng, K.A. (2016). Partai Nasional Indonesia Dalam Pemilu 1955 Di Jakarta [Universitas Airlangga]. https://repository.unair.ac.id/33193/
Azmi. (2017). Guide Arsip Tematis Gerakan Non Blok 1961-1992.
Blackburn, S. (2007). Kongres Perempuan Pertama: Tinjauan Ulang. Yayasan Obor Indonesia dan KITLV.
Bupu, T. N., & Sumarjiana, I. K. L. (2021). Operasi Trikora Sebagai Upaya Mengembalikan Irian Barat Ke Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jurnal Santiaji Pendidikan, 11(1), 9–19.
Djaja, T. (1980). Rohana Kudus srikandi Indonesia Riwayat Hidup dan Perjuangannya. Mutiara.
Erasiah. (2019). Terusan Suez: Jalan Menuju Kemakmuran Kolonial. Jurnal Sejarah Dan Kebudayaan Islam, 9. https://doi.org/https://doi.org/10.15548/khazanah.v0i0.190
Fitriyanti. (2001). Roehana Koeddoes Perempuan Sumatera Barat. Yayasan Jurnal Perempuan.
Gautama, C. (2005). Kartini Dari Sisi Lain Melacak Pemikiran Kartini Tentang Emansipasi Bangsa. PT. Kompas Media Nusantara.
Harari, Y. N. (2011). Sapiens: A Brief History of Humankind. London: Vintage.
Hidayat, R. (2011). Dewi sartika, srikandi tanah Parahyangan. CV. Ghina Walafafa.
Husin, H. (2022). Konflik Indonesia-Belanda: Upaya Mengembalikan Irian Jaya Kedalam Pangkuan Ibu Pertiwi. Wiksa, 1(1). https://proceeding.unindra.ac.id/index.php/wiksa/article/viewFile/5895/1507
Ikatan Keluarga Pahlawan Nasional Indonesia (IKPNI). (2021). Dewi Sartika (A. Kosasihi (ed.)). esensi.
Karwati, L. (2021). Menolak Subordinasi Gender Berdasarkan Pentingnya Peran Perempuan Dalam Pembangunan Nasional Menjelang Bonus Demografi 2035. Jendela PLS, 5(2), 122–130. https://doi.org/10.37058/jpls.v5i2.2713
Kawat, N. . (1953, January 10). De Nieuwsgier.
Kertati, I. (2019). Kontribusi Keterwakilan Perempuan Di Legislatif Dalam Indeks Pembangunan Gender (Idg). Transparansi Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi, 2(1), 62–72. https://doi.org/10.31334/trans.v2i1.423
Khasyi’in, N. (2021). Perkembangan Islam Dan Pendidikan Agama Islam di India. JIPKL: Jurnal Ilmu Pendidikan Dan Kearifan Lokal, 1(Desember), 1–13.
Kiftiyah, A. (2019). Perempuan dalam Partisipasi Politik di Indonesia. YINYANG: Jurnal Studi Islam, Gender Dan Anak Perempuan Dalam Partisipasi Politik Di Indonesia, 14(1), 1–13. https://doi.org/10.24090/yinyang.v14i1.2019.pp1-13
Kuntowijoyo. (2003). Metodologi Sejarah. PT. Tiara Wacana Yogya.
Kuntowijoyo. (2013). Pengantar Ilmu Sejarah. Tiara Wacana.
Kusmayadi, Y. (2018). Pengaruh Konferensi Asia Afrika (KAA) Tahun 1955 Terhadap Kemerdekaan Negara-Negara Di Benua Afrika. Agastya: Jurnal Sejarah Dan Pembelajarannya, 8(01), 15. https://doi.org/10.25273/ajsp.v8i01.1586
Mauliyah, N. I., & Sinambela, E. A. (2019). Peran Kepemimpinan Perempuan Dalam Pengambilan Keputusan Bisnis. An-Nisa’ : Jurnal Kajian Perempuan Dan Keislaman, 12(1), 45–57. https://doi.org/10.35719/annisa.v12i1.7
Metzelaar, N. (1953, January 8). Java-bode: nieuws, handels-en advertrntieblad voor Nederlandsch-indie.
Notosusanto, N. (2011). SNI VI Zaman Jepang dan Zaman Republik (Nurhamzah (ed.)). Balai Pustaka.
Nurhayati, D., Haffata Yahfitu Zahra, W., Hatmoko, D., Achmad Satria Utama, M., Nur Kholid, M., Syahrul Ulum, M., Harmaji, Riyandika, F., & Hanania Badrina, A. (2023). Bara Api Kemerdekaan (N. Munib (ed.)). Pelestari Sejarah-Budaya Kadhiri (PASAK).
Nuryanti, R., & Akob, B. (2019). Perempuan dalam Historiografi Indonesia. Deepublish.
Nuryanti, R. (2007). Perempuan Dalam Hidup Sukarno: Biografi Inggit Garnasih. Ombak.
Pasaribu, P. (2017). Peranan Partai Politik dalam Melaksanakan Pendidikan Politik. JPPUMA: Jurnal Ilmu Pemerintahan Dan Sosial Politik Universitas Medan Area, 5(1), 51. https://doi.org/10.31289/jppuma.v5i1.1125
Prastio, L. O., Abdillah, Nurlia, E., & Tati. (2021). Journal of Governance and Local Politics. Journal of Governance and Local Politi, 03(02), 2021. http://journal.unpacti.ac.id/index.php/jglp/index
Prayuda, R. (2019). Diplomasi Dan Power: Sebuah Kajian Analisis. EduTech: Jurnal Ilmu Pendidikan Dan Ilmu Sosial, 5(2), 105–109. https://doi.org/10.30596/edutech.v5i2.3268
Purnamawati, E. (2020). Perjalanan Demokrasi Di Indonesia. Solusi, 18(2), 251–264. https://doi.org/10.36546/solusi.v18i2.290
Rachman, D. (2020). Kisah-kisah Istimewa Inggit Garnasih. Menara API.
Rahayu, R. I. (2014). Gerakan Perempuan Indonesia dalam Belenggu Historiografi Indonesia-Androsentris.
Schaap, C. H. (1957, June 17). Het niewsblad Voor Sumatra.
Soekarno. (1965). Di Bawah Bendera Revolusi. Bangkitlah Bangsaku.
Soekarno. (2014). Sarinah (S. Astari Rasjid (ed.)). Media Pressindo dan Yayasan Bung Karno.
Soewito, I. H. N. H., Widati, S. R. W., & Pour, J. (1997). Lasmidjah Hardi, Perjalanan Tiga Zaman. PT Grasindo.
Subekti, A. (2021). Tinjauan Konseptual Perempuan Dan Modernitas Dalam Ruang Kolonialisme. Sejarah Dan Budaya : Jurnal Sejarah, Budaya, Dan Pengajarannya, 15(1), 183. https://doi.org/10.17977/um020v15i12021p183-194
Suroto, S. (2019). Presiden Dalam Pengangkatan Duta Besar Republik Indonesia Berdasarkan Undang-Undang Dasar 1945 Setelah Perubahan. Spektrum Hukum, 14(2), 232. https://doi.org/10.35973/sh.v14i2.1079
Stuers, C. V. De. (2008). Sejarah Perempuan Indonesia. Komunitas Bambu.
Susetyo, B., & Ravico. (2020). Strategi Diplomasi Indonesia dalam Pembebasan Papua Tahun 1949-1963. Ishlah: Jurnal Ilmu Ushuluddin, Adab Dan Dakwah, 2(1), 112–126. https://doi.org/10.32939/ishlah.v2i1.14
Tista, P. (1989). Supeni Wanita Utusan Negara (A. Mattheus (ed.)). PT. PEMBIMBING MASA. Anggota IKAPI.
Utama, A. S., & Dewi, S. (2018). Pancasila sebagai Ideologi Bangsa Indonesia serta Perkembangan Ideologi Pancasila Pada Masa Orde Lama, Orde Baru, dan Era Reformasi. 13(1). https://doi.org/10.31227/osf.io/7y9wn
Utama, S. W. (2017). Konferensi Asia-Afrika 1955: Asal Usul Intelektual dan Warisannya bagi Gerakan Global Antiimperialisme. Marjin Kiri.
Utami, I. W. P. (2021). Colonialism, Race, and Gender: A Multimodal Analysis of an Indonesian Textbook. Jurnal Sejarah, 4(1), 68–82. https://doi.org/10.26639/js.v4i1.327
Yulia, D. (2016). Perspektif Gender Dalam Historiografi Indonesia. Jurnal Dimensi, 5(2), 1–6. https://doi.org/10.33373/dms.v5i2.12
DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um0330v6i2p419-439
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Editorial office:
History Department, Faculty of Social Science,
Universitas Negeri Malang
Jl. Semarang No.5 Kota Malang 65145,
Phone. (0341) 551312,
email: [email protected]
Website: http://journal2.um.ac.id/index.php/sejarah/index
E-ISSN 2622-1837

This work is licensed under a CC BY SA 4.0.




