Java Instituut (1919-1940): Peran Lembaga Ilmiah Sebagai Upaya Pemajuan Kebudayaan Jawa dan Kontribusi Intelektual Lokal

Aris Dany Setyawan, Lutfiah Ayundasari

Abstract


Konsekuensi atas pelaksanaan politik etis di Indonesia adalah lahirnya kaum intelektual yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. Java Instituut menjadi salah satu bukti majunya ilmu pengetahuan di masa kolonial Hindia-Belanda. Lembaga ini menyimbolkan adanya harmonisasi intelektual antara golongan kolonial dan lokal pada orientasi pemajuan kebudayaan Jawa. Tulisan ini bertujuan untuk mengupayakan adanya pembahasan yang mendalam tentang Java Instituut dengan menggunakan pendekatan sejarah. Selain itu, tulisan ini akan memberikan penjabaran kaitannya upaya Java Instituut dalam pemajuan kebudayaan Jawa serta peran tokoh lokal di dalamnya. Dengan demikian, metode sejarah yang meliputi tahapan pemilihan topik, heuristik, verifikasi, interpretasi dan historiografi dirasa sesuai untuk mencapai tujuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan Java Instituut merupakan lembaga yang diusulkan oleh Mangkunegara VII yang kemudian disahkan oleh pemerintah kolonial berkat menjadi mosi di dalam Kongres Kebudayaan Jawa I tahun 1918. Upaya Java Instituut di dalam memajukan kebudayaan Jawa dilakukan melalui beberapa kegiatan seperti kongres kebudayaan, lomba karya tulis, kongres bahasa, penerbitan majalah dan surat kabar serta pendirian sekolah dan fasilitas budaya. Di dalam Java Instituut, tokoh intelektual lokal diberikan kesempatan yang besar dalam pemajuan kebudayaan, baik sebagai pengkaji maupun penggiat budaya.

Keywords


Java Insituut; Politik Etis; kebudayaan Jawa; lembaga ilmiah.

Full Text:

PDF

References


Abdullah, A. (2017). Ethical Politic and Emergence of Intellectual Class. Paramita: Historical Studies Journal, 27(1), 37–49.

Abdullah, M. (2014). Pribumisasi Islam dalam Konteks Budaya Jawa dan Integrasi Bangsa. JURNAL INDO-ISLAMIKA, 4(1), 67–90. https://doi.org/10.15408/idi.v4i1.1553

Afandi, A. N., Swastika, A. I., & Evendi, E. Y. (2020). Pendidikan pada Masa Pemerintah Kolonian di Hindia Belanda Tahun 1900-1930. Jurnal Artefak, 7(1), 21. https://doi.org/10.25157/ja.v7i1.3038

Algemeen Handelsblad. (1924). Congres van het Java-Instituut. 11-05-1924.

Arifin, H. P. (2018). Politik Hukum Perlindungan Cagar Budaya di Indonesia. Dialogia Iuridica: Jurnal Hukum Bisnis Dan Investasi, 10(1), 65–76. https://doi.org/10.28932/di.v10i1.1034

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (n.d.). Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Daring. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Republik Indonesia. Diakses 12 Juli 2025. Https://Kbbi.Kemdikbud.Go.Id/.

Bataviaasch Nieuwsblad. (1937). Kunstambatschschool. 18-11-1937.

Bataviaasch Nieuwsblad. (1941). Sana Boedaja. 22-2-1941.

De Indiër. (1918). Comité voor Javaansche Cultuurontwikkeling. 15-5-1918.

De Locomotief. (1919). Java Instituut. 4-12-1918.

De Priangerbode. (1918). Congres voor Javaansche Cultuurontwikkeling. 8-7-1998.

Fauzi, R., Wijayanti, E., & Yulianti, I. (2023). Java Instituut: Implementasi Intelektual Lokal dan Kolonial dalam Memajukan Kebudayaan Sunda 1921-1941. FACTUM: Jurnal Sejarah Dan Pendidikan Sejarah, 12(2), 219–232.

Ferdiyanah, S. N. H. (2017). Peranan Mangkunegara VII dalam Mengembangkan Kebudayaan Jawa 1918-1942. Avatara: E-Journal Pendidikan Sejarah, 5(2), 309.

Gandhi, L. (2018). Postcolonial Theory: A Ciitical introduction. Columbia University Press.

Jordaan, R. (2016). Nicolaus Engelhard and Thomas Stamford Raffles: Brethren in Javanese Antiquities. Indonesia, 101, 39. https://doi.org/10.5728/indonesia.101.0039

KITLV. (1918). Congres van het Java Instituut.

KITLV. (1926). Stand van het Java-Instituut op de jaarmarkt te Soerabaja.

Kristiyanto, A. (2018). Melihat Java-Instituut. In Sejarah dan Identitas Kesitimewaan Sonobudoyo (pp. 15–22). Museum Sonobudoyo.

Kuntowijoyo. (2018). Pengantar Ilmu Sejarah. Tiara Kencana. pp. 69-80.

Majalah Djawa. (1921). Statuten van De Vereeniging Java Instituut. Java Insituut.

Majalah Djawa. (1924). Konggrès Yapa Insêtitut Ing Ngayogyakarta.

Majalah Djawa. (1930). Kresna Goegah.

Majalah Peoesaka Djawi. (1924). Konggrès Yapa Insêtitut Ing Ngayogyakarta. Java Instituut.

Poesponegoro, M. D., Notosusanto, N., Kartodirdjo, S., Leirissa, R. Z., & Soejono, R. P. (2023). Sejarah Nasional Indonesia Jilid V: Zaman Kebangkitan Nasional dan Masa Hindia Belanda. Balai Pustaka. Pp.133.

Purwadi, P. (2003). Jasa Sri Sultan Hamengku Buwono I-X dalam Memakmurkan Rayat. . Krakatau Press. Pp. 186.

Razy, M. R. O. A., Sofianto, K., & Jaelani, G. A. (2022). Visi Orientalisme Hoesein Djajadiningrat dalam Ilmu Pengetahuan dan Pemajuan Identitas Kebudayaan (1911-1960). Historia: Jurnal Pendidik Dan Peneliti Sejarah, 5(2), 97–106.

Ricklefs, M. C. (2007). Sejarah Indonesia Modern 1200–2008. PT Serambi Ilmu Semesta.

Sinaga, R., Sinurat, G. J. F., Aulia, T., & Manurung, N. K. (2024). Kebijakan Pendudukan Jepang di Indonesia 1942-1945. AR-RUMMAN: Journal of Education and Learning Evaluation, 1(2), 379–388.

Soedarsono. (1997). Wayang Wong: Drama Tari Ritual Kenegaraan Di Keraton Yogyakarta. Gadjah Mada University Press.

Sujarno, Ariani, C., Munawaroh, S., & Suyami. (2003). Seni Pertunjukkan Tradisional: Nilai, Fungsi dan Tantangannya. Tiara Kencana. pp. 54.

Sultani, Z. I. M., & Kristanti, Y. P. (2020). Perkembangan dan Pelaksanaan Pendidikan di Zaman Kolonial Belanda di Indonesia Abad 19-20. Jurnal Artefak, 7(2), 91. https://doi.org/10.25157/ja.v7i2.3518

Supardi, N. (2013). Bianglala Budaya Rekam Jejak 95 tahun Kongres Kebudayaan 1918-2013. Direktorat Jenderal Kebudayan. pp. 19-52.

Susilo, A., & Isbandiyah, I. (2018). Politik Etis dan Pengaruhnya bagi Pergerakan Bangsa Indonesia. HISTORIA Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah, 6(2), 403–416. https://doi.org/10.24127/hj.v6i2.1531

Sutarto, A., & Sudikan, S. Y. (2008). Pemetaan Kebudayaan di Provinsi Jawa Timur: Sebuah Upaya Pencarian Nilai-Nilai Positif. Pemerintah Provinsi Jawa Timur & Kompyawisda Jatim.

Tusaddiah, H., Simamora, P. L., Adinda Ginting, A. A., & Sinaga, R. (n.d.). Peran Pers dalam Penyebaran Gagasan dan Pemikiran Intelektual Masa Pergerakan Nasional Indonesia di Sumatera Utara. Rosmaida Sinaga INNOVATIVE: Journal of Social Science Research, 4, 7205–7218.

Zuhriyyah, M. (2018). Kelompok Ludruk Cak Durasim (Ludruk Organisatie) di Surabaya Tahun 1933-1945. KAGANGA: Jurnal Pendidikan Sejarah Dan Riset Sosial-Humaniora, 1(2), 93–106. https://doi.org/10.31539/kaganga.v1i2.414




DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um0330v8i2p227-241

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


Editorial office:

History Department, Faculty of Social Science,
Universitas Negeri Malang
Jl. Semarang No.5 Kota Malang 65145,  
Phone. (0341) 551312,
email: [email protected]
Website: http://journal2.um.ac.id/index.php/sejarah/index 

E-ISSN 2622-1837

   

  Creative Commons License
This work is licensed under a CC BY SA 4.0.

StatCounter - Free Web Tracker and Counter

View My Stats

barbartoto

Toto 4D

dana toto

Toto 4D