KERUKUNAN ANTAR UMAT BERAGAMA SEBAGAI CITY BRANDING HARMONI KEDIRI THE SERVICE CITY

Irawan Hadi Wiranata, Marzuki Marzuki

Abstract


Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kerukunan antarumat beragama sebagai identitas masyarakat Kota Kediri menjadi dasar mewujudkan city brandingHarmoni Kediri sebagai The Service City.Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan bentuk studi kasus. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini adalah pegawai pemerintah Kota Kediri serta tokoh agama dan tokoh masyarakat yang tergabung dalam FKUB Kota Kediri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerukunan antarumat beragama yang terjalin dengan baik, hal ini disebabkan adanya komunikasi para tokoh agama dan tokoh masyarakat yang tergabung dalam FKUB untuk menciptakan situasi dan kondisi aman, tenteram, dan damai untuk mewujudkan cita-cita city brandingHarmoni Kediri sebagai The Service City.

Keywords


city branding, harmoni, interreligious harmony

References


Fidiyani, R. 2013. Kerukunan umat beragama di indonesia (belajar keharmonisan dan toleransi umat beragama di desa cikakak, kec. Wangon, kab. Banyumas). Jurnal Dinamika Hukum, Vol. 13 No. 3, 468-482.

Hasan, N. 2014. Kerukunan Intern Umat Beragama Di Kota Gerbang Salam (Melacak Peran Forum Komunikasi Ormas Islam [Fokus] Pamekasan). Nuansa, Vol 11, No. 2. 263-292.

Irina, A. 2012. Branding cities as educational centres. The role of higher education institutions. Management & marketing, vol 7, No 3, hal 493-512.

Kasali, R. 2015. City Branding, (Online), (http://www2.jawapos.com/baca/opinidetail/14258/City-Branding-, diakses 13 Juli 2018).

Kavaratzis, M. 2009. Cities and Their brands: Lessons from corporate branding. Place Branding and Public Diplomacy, 5 (1), 26-37.

Kowalik, I. 2012. Influence of trade fairs on a host city brand. Public Policy and Administration. Vol 11, No. 4. Hal 629-640.

Miles, M. B & Huberman, A. M. 1994. Qualitative data analysis: an expended sourcebook (2nd ed). London: SAGE.

Pamungkas, A.S., & Octaviani, G. 2017. Aksi bela islam dan ruang publik muslim: dari representasi daring ke komunitas luring. Jurnal Pemikiran Sosiologi, 67.

Pedersen, L. 2016. Religious pluralism in Indonesia. The Asia Pasific of Anthropology, 387-398.

Rosyid, M. 2013. Harmoni kehidupan sosial beda agama dan aliran di kudus. Addin, 42-64.

Simoes, C. and Dibb, S. 2001. Rethinking the brand concept: New brand orientation. Corporate Communications: An International Journal 6(4): 217–224.

Suhartini. 2015. City Branding Kabupaten Tuban Sebagai Bumi Wali. Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas dakwah dan Komunikasi. Surabaya: UIN Sunan Ampel Surabaya.

Suryawan, N. W., & Danial, E. 2016. Implementasi semangat persatuan pada masyarakat multikultural melalui agenda forum kerukunan umat beragama (fkub) kabupaten malang. Humanika, Vol 23, No. 1, 46-60.

Tangkilisan, H. N. S. 2005. Manajemen publik. Jakarta: Grassindo.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Author and Departement Law and Citizenship

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

View JIPPK Statistics